Dirganusantara.com-DUMAI - Warga pinggiran Kilang Pertamina RU II Dumai Kelurahan Tanjung Palas resah dengan bunyi bising yang dikeluarkan dari dalam Kilang, Jumat (4/3).
Padahal Kebisingan kilang beberapa waktu ini yang di rasakan warga Tanjung Palas sudah ada pertemuan antara Manager Komrel dengan Masyarakat Tanjung Palas beberapa waktu lalu.
Sepertinya, Pertemuan soal kebisingan yang dirasakan Warga pinggiran kilang belum tersosialisasi dan tak kenal waktu.
Hal ini disampaikan Rizki salah satu warga dan jamaah Masjid AL Qiam yang berada di pinggir tembok kilang Pertamina.
Rizki menyampaikan kebisingan ini sudah sekitar 5 hari, dan dalam 2 hari ini kebisingan cukup keras, mau beribadah pun terasa terganggu.
"Serasa tidak khusyu sholat, bisingnya mintak ampun," ujar Rizki.
Lanjut Rizki, kebisingan Kilang Pertamina RU II Dumai dalam 2 hari ini terdengar lebih kencang, Berharap pihak Pertamina tetap memperhatikan kenyaman warga disekitar. Apalagi tidak ada pemberitahuan kalau ada permasalahan di dalam kilang yang mengeluarkan suara bising.
"Tolonglah pihak Pertamina mengatur waktu kebisingan saat beroperasi, jangan di waktu orang mau beribadah dan tengah di waktu orang mau istirahat," tambah Rizki.
Di samping itu, Manager Komrel Pertamina Nurhidayanto saat dihubungi awak media melalui WhatsApp nya mengatakan Memang kami sedang ada perbaikan di dalam kilang dan sedang dilakukan usaha maksimal dari maintenance kami untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut.
"karena memang menimbulkan suara yang mengganggu warga sekitar. Kami mohon maaf kepada warga yang berdampak suara tersebut, semoga dapat segera teratasi," ungkap Nurhidayanto.
Terkait soal pemberitahuan ke warga adanya perbaikan dalam kilang yang mengeluarkan suara bising, sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Manager Komrel tersebut.*