
Dampak Abrasi
DIRGANUSANTARA.COM- DUMAI- Abrasi salah satu Pantai Wisata yang berada di Purnama Kian Memperihatinkan, dengan kondisi pantai becek dan berlubang membuat pantai seperti tidak terawat ,20 Juni 2026.

Wisata Pantai Kuliner yang seharusnya menjadi aekon kebanggaan Kota Dumai ,terlihat menyedihkan dengan Abrasi pantai yang sudah terlihat jelas tanah pantai yang sudah ada penurunan muka tanah yang bisa memicu kekhawatiran penurunan muka tanah yang lebih parah lagi yang berada di Jalan Jalan Cut Nyak Dien Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat.

Untuk mencegah Abrasi pantai yang lebih parah lagi tentu pemerintah Kota Dumai segera mengambil Langkah mitigasi tindakan untuk mengurangi dampak bencana untuk melakukan penanaman hutan mangrove sebagai benteng alami pemecah ombak, larangan penambangan pasir laut, serta pembangunan infrastruktur penahan gelombang.
Secara geografis, Dumai memiliki posisi yang sangat strategis sekaligus rentan. Kota ini berada di pesisir timur Pulau Sumatera dan berhadapan langsung dengan Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Setiap hari, ratusan kapal niaga, kapal tanker, dan kapal pengangkut komoditas melintasi perairan tersebut. Selain menghadapi gelombang laut alami, kawasan pesisir Dumai juga menerima tekanan tambahan dari gelombang yang ditimbulkan aktivitas kapal-kapal besar.
Penelitian menunjukkan tinggi gelombang di kawasan Dumai dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin berkisar 25 hingga 30 kilometer per jam pada kondisi tertentu. Kombinasi antara gelombang, arus laut, pasang surut, serta aktivitas perkapalan menjadi faktor yang mempercepat proses pengikisan pantai.
Wilayah seperti Kelurahan Purnama, Guntung, Medang Kampai, sebagian Dumai Barat, dan kawasan yang menghadap langsung ke Selat Rupat maupun Selat Malaka menjadi daerah yang paling rentan terdampak.
Jika abrasi pantai terus dibiarkan maka pesisir pantai akan menjadi ancaman kritis di sepanjang pesisir pantai khususnya di wilayah pesisir pantai Dumai .