Pilihan
Pembantaian Manggrove Termasuk Kejahatan Lingkungan Dan Jika Terbukti Di Tanggani Secara Pidsus'' Tok Darwis
Dumai (DNC) - Polemik antara Ahli Waris H Abdul Azis yakni Zailani Abdul Azis dengan PT Energi Unggul Persada (EUP) semula hanya sebatas persoalan lahan. Kini melebar ke berbagai persoalan lain dan antaranya adalah terkait Hutan Mangrove Pesisir Pantai.
Sehingga seorang Darwis Muhammad Saleh angkat bicara, kepada media ini Selasa (06/04/2021) pria yang akrab disapa Tok Darwis menjelaskan. Dalam Hukum Lingkungan ada sebuah istilah disebut Mal Adminisitrasi yaitu adalah satu Diktum Kejahatan Lingkungan yang harus ditangani secara Pidana Khusus (Pidsus).
"Mangrove adalah tanaman di lindungi, jika ada pembabatan Mangrove oleh siapapun tidak terkecuali Korporasi, dengan memanipulasi Data. Maka terjadi Mal Administrasi dan termasuk ke dalam Diktum Kejahatan Lingkungan dan persoalan tersebut semestinya ditanggani secara Pidsus". ungkapnya saat di sambangi Ketua Tim Komisi Penyelamat Asset (KPA) Ahmad Maritulius, SE. dan Ali Syamsurizal selaku Sekretaris.
Masih menurut Ketua LSM Pecinta Alam Bahari (PAB) tersebut "Di luar Kawasan Konservasi, Manggrove perlu dipelihara dan dijaga sebagaimana mestinya, dan bukan malah dibantai serta di luluhlantakkan. Walaupun secara Undang-Undang kawasan tersebut termasuk Area Kawasan Pengguna Lahan (APL)".
Lanjut Pengiat Mangrouve yang dikenal secara Nasional "Didalam Kawasan maupun diluar Kawasan Konservasi pembantaian Manggrove di Pesisir akan menjadi Noda Adendum Perusahaan bersangkutan. Berdasarkan aturan maka saya melihat adanya pembantaian secara besar-besaran di Kelurahan Bangsal Aceh dan dalam Wilayah diduga milik PT EUP". menurut Tok Darwis.
"Sementara ini lahan tersebut di duga dikuasai secara Mal Administrasi dan merupakan Kejahatan Lingkungan yang harus ditangani secara Pidana Khusus" terang Pria penyandang gelar Setia Lestari Bumi.

Melihat kondisi yang terjadi awak media menemukan foto diduga gundulnya Tanaman Manggrove di Areal PT UEP. Perhitungan sementara luasnya lebih kurang 17 Ha, hal ini disampaikan Sekretaris KPA Ali Syamsurizal di dampingi Zailani Abdul Azis. "Kita memperhitungkan luasnya lebih kurang sekitar 17 Ha, luluhlantak Manggrove keno bantai" tegas Pria akrab disapa Ketua tersebut.
Sumber: lineperistiwa.com Editor : Erwin komeng
Berita Lainnya
Kelompok Nelayan Binaan CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Konsisten Panen Ikan Nila Salin, Wujud Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Pesisir
DIRGANUSANTARA.CON-Dumai-18 April 2026 — Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya binaan prog.
Rutan Dumai Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
DIRGANUSANTARA.COM-Dumai – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rum.
Rutan Dumai Gelar Donor Darah dalam Rangka HBP ke-62
DIRGANUSANTARA.COM-Dumai – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rum.
Hormati Proses Hukum, Pelindo Regional 1 Dumai Siap Dukung Kejati Riau
DIRGANUSANTARA.COM-Dumai, 15 April 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyata.
Kepala Dinas Perhubungan Dishub Kota Dumai Said Effendi Memimpin Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan
DIRGANUSANTARA.COM-Dumai, 15 April 2025 – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai, Said Ef.
Jaga Stabilitas Keamanan Malam Hari, Satgas Kamtib Lapas Bengkalis Sisir Blok 05C dan Sita Pecahan Kaca Hingga Kabel Rakitan
DIRGANUSANTARA.COM-BENGKALIS – Jajaran pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Beng.








